Mengikhlaskan (10 Hari Menulis Part 10)
Mengikhlaskan
Runtuh sudah semua anganku
Kini aku melepaskanmu
Meskipun hanya sekedar singgah bukan untuk sungguh.
Kesakitan di ulu hati, tak cukup dengan mengelabui tatapan wajah.
Dari redup ke cerah.
Dari degup ke rona wajah memerah.
Tenanglah...
Tak perlu hilang
Aku takkan datang.
Tak perlu kabur
Aku sudah mundur.
Tak perlu lari
Aku telah berhenti.
Berhenti dan takkan mengharapkanmu lagi.
Komentar
Posting Komentar