Penerapan Metode ATM Dalam Pembelajaran

Penerapan Metode ATM Dalam Pembelajaran, Inovasi Dalam Belajar Agar Semakin Asyik dan Lebih Kreatif!!!

Bismillahirrahmanirrahim..
Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Haii Gaiss!! Akhirnya ketemu lagi sama aku, jadi kali ini aku bakal kasih kalian sedikit ilmu mengenai metode ATM, etsss makasih sebelumnya udah mau meluangkan waktu buat mampir di blog aku..
Gimana kabarnya hari ini? Harapanku masih sama seperti kemarin mudah-mudahan kalian senantiasa diberi kesehatan dan perlindungan dari Allah SWT, Aamiin..

Ini adalah tugas ke-2 ku di mata kuliah Menulis Kreatif, Apa itu tugasnya? Ya, kita diminta memodifikasi sebuah berita dengan menggunakan metode ATM itu tadi, btw kalian tau ngga sih apa itu Metode ATM? Jadi, Metode ATM itu adalah metode berbasis pengalaman yang menekankan pada keterlibatan dan keikutsertaan siswa/mahasiswa secara langsung pada hal yang dipelajari atau topik tertentu yang ingin dikembangkan menjadi tulisan. Yang pada intinya kita diminta menulis ulang bagian tertentu dari tulisan orang lain (Parafrase). Tetapi, dengan menggunakan bahasa/kata-kata sendiri.
ATM kepanjangan dari apa sih?  Masih belum paham sama arti dari ATM. 

(A)mati : Kita amati point inti dari berita itu sendiri, amati secara mendalam dan keseluruhan hal yang ingin ditiru.
(T)iru : Kawan-kawan dipaksa untuk menuliskan ulang dengan struktur yang hampir sama. Proses ini harus didasari pengetahuan yang cukup mengenai pembuatan objek tersebut dan tinjauan hukum dari objek tersebut, apakah memiliki hak paten atau hak cipta yang harus diwaspadai. Meniru tanpa pengetahuan yang memadai dapat berbahaya karena akan dianggap sebagai plagiarisme/plagiat. 
(M)odifikasi : Tulisan tidak sepenuhnya meniru, justru kita harus bisa menambal kekurangan dan mengembangkan potensi yang belum dieksplorasi.

Metode diatas merupakan sebuah terobosan atau inovasi dalam pembelajaran yang dirancang agar lebih menyenangkan, kreatif, dinamis dan tentunya proses pembelajaran dapat berjalan dengan kondusif sebagai mana mestinya.

Untuk tugas ke-2, Berita ini aku ambil dari CNN Indonesia.

Berita Asli :
9 Nakes di Papua Korban Serangan KKB Alami Trauma Psikis

Prajurit TNI mengevakuasi tenaga kesehatan (nakes) di Papua korban serangan KKB. (Indrayadi TH/Indrayadi TH)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sembilan tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua yang diserang oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat ini sedang menjalani perawatan medis.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Papua Donald Aronggear mengatakan kesembilan petugas kesehatan tersebut telah dievakuasi ke Jayapura. Selain perawatan medis, mereka juga mendapatkan penanganan psikis.

"Semuanya saat ini sedang dalam penanganan medis dan psikis untuk trauma yang dialami," kata Donald dalam keterangan resmi yang CNNIndonesia.com terima, Minggu (19/9).

Adapun sembilan petugas kesehatan itu antara lain, Manuel Abi, Lukas Luji, Patra, Martinus Deni Satya, Marselinus Ola Attanila, Siti Khodijah, Katrianti Tandila, dan Christina.

Amnesty International Minta Kematian Nakes Papua Diusut
Donald menuturkan, salah satu dari sembilan tenaga kesehatan (nakes) itu, Restu Pamanggi mengalami patah tulang di bagian tangan. Restu telah menjalani operasi dan sedang menjalani proses pemulihan baik secara medis maupun mental.

"Sudah dioperasi dan sedang dalam proses pemulihan," kata Donald.

Sementara, terkait jenazah Suster Gabriela Meilani yang tewas akibat serangan itu telah berhasil diangkat dari jurang. Jenazah saat ini berada di tempat perlindungan terdekat di Kiwirok sembari menunggu evakuasi.

"Proses evakuasi jenazah oleh helikopter TNI terkendala oleh cuaca yang kurang baik serta penembakan," tuturnya.

Lebih lanjut, Donald mengungkapkan saat ini seluruh layanan kesehatan di Oksibil, Kiwirok, dan Pegunungan Bintang dihentikan sembari menunggu jaminan keamanan dari pemerintah untuk para nakes.

Donald mengungkapkan pihaknya telah melayangkan surat kepada Gubernur Papua guna meminta jaminan keamanan dari pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat. Namun, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan tanggapan.

Ia berharap pemerintah provinsi dan pusat segera menjawab surat tersebut sehingga pelayanan kesehatan bisa kembali beroperasi.

"Supaya aktivitas melayani masyarakat terutama di wilayah pedalaman bisa segera dilanjutkan, dan masyarakat yang membutuhkan penanganan kesehatan segera bisa ditangani," ujar Donald.

KKB Serang Nakes, KSP Sebut Pelanggaran Serius pada UU HAM
Sebelumnya, tenaga medis di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua diserang oleh KKB pada Senin (13/9) lalu. Sebanyak dua nakes dikabarkan hilang. Setelah dilakukan pencarian, aparat menemukan dua nakes tersebut di jurang.

Salah satu nakes, Gabriella Meilan ditemukan meninggal dunia. Sementara, satu orang lainnya, Kristina Sampe, ditemukan dalam keadaan hidup.

Beberapa waktu kemudian, Komando Operasi Gabungan (Koopsgab) TNI Papua melakukan evakuasi terhadap sembilan tenaga kesehatan dan satu prajurit TNI yang terluka dari wilayah tersebut.

"Pada sore pertama ini, kita berhasil mengevakuasi 10 orang, terdiri dari 1 prajurit TNI yang mengalami luka tembak dan 9 tenaga kesehatan, yaitu 1 dokter, 3 perawat wanita, dan 5 mantri," kata Bambang dalam keterangan tertulis, Jumat (17/9).

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210919171633-20-696434/9-nakes-di-papua-korban-serangan-kkb-alami-trauma-psikis

Modifikasi 1 :
9 Tenaga Kesehatan di Papua Jadi Korban Serangan KKB Hingga Alami Trauma Psikis

Prajurit TNI telah mengevakuasi tenaga kesehatan (nakes) di Papua yang menjadi korban serangan KKB. (Indrayadi TH/Indrayadi TH)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sembilan tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua diserang oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang saat ini kondisinya sedang menjalani perawatan medis.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Papua Donald Aronggear mengatakan bahwa kesembilan tenaga kesehatan tersebut telah dievakuasi ke Jayapura. Selain perawatan medis, mereka juga mendapatkan penanganan psikis.

"Semuanya saat ini sedang dalam penanganan medis dan psikis untuk trauma yang dialami," kata Donald dalam keterangan resmi CNNIndonesia.com, Minggu (19/9).

Adapun sembilan petugas kesehatan itu antara lain bernama, Manuel Abi, Lukas Luji, Patra, Martinus Deni Satya, Marselinus Ola Attanila, Siti Khodijah, Katrianti Tandila, dan Christina.

Pihak Amnesty International Minta Kematian Nakes Papua Diusut
Donald mengatakan, salah satu dari kesembilan tenaga kesehatan (nakes) itu, atas nama Restu Pamanggi kondisinya mengalami patah tulang di bagian tangan. Restu telah menjalani operasi dan sedang menjalani proses pemulihan baik secara medis maupun mental.

"Sudah dioperasi dan sedang dalam proses pemulihan," tutur Donald.

Sementara, terkait jenazah Suster Gabriela Meilani yang tewas akibat serangan itu telah berhasil diangkat dari jurang. Jenazah saat ini berada di tempat perlindungan terdekat di Kiwirok sambil menunggu dievakuasi.

"Proses evakuasi jenazah oleh helikopter TNI terkendala oleh cuaca yang kurang baik serta penembakan," tuturnya.

Kemudian, Donald mengatakan bahwa saat ini seluruh layanan kesehatan di Oksibil, Kiwirok, dan Pegunungan Bintang dihentikan sembari menunggu jaminan keamanan dari pemerintah untuk para tenaga kesehatan (nakes).

Donald mengatakan pihaknya telah mengeluarkan surat kepada Gubernur Papua untuk meminta jaminan keamanan dari pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat. Namun, hingga saat ini pihaknya belum juga mendapatkan tanggapan.

Ia berharap pemerintah provinsi dan pusat segera menjawab surat tersebut sehingga pelayanan kesehatan bisa kembali beroperasi.

"Supaya aktivitas melayani masyarakat terutama di wilayah pedalaman bisa segera dilanjutkan, dan masyarakat yang membutuhkan penanganan kesehatan segera bisa ditangani," tutur Donald.

KKB Serang Nakes, KSP Sebut Bahwa Pelanggaran Serius pada UU HAM
Sebelumnya, tenaga medis di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua diserang oleh KKB pada Senin (13/9) lalu. Sebanyak dua nakes dikabarkan hilang. Setelah dilakukan pencarian, aparat menemukan dua nakes tersebut di jurang.

Salah satu nakes, Gabriella Meilan ditemukan meninggal dunia. Sementara, satu orang lainnya, Kristina Sampe, ditemukan dalam keadaan hidup.

Beberapa waktu kemudian, Komando Operasi Gabungan (Koopsgab) TNI Papua melakukan evakuasi terhadap sembilan tenaga kesehatan dan satu prajurit TNI yang terluka dari wilayah tersebut.

"Pada sore pertama ini, kita berhasil mengevakuasi 10 orang, terdiri dari 1 prajurit TNI yang mengalami luka tembak dan 9 tenaga kesehatan, yaitu 1 dokter, 3 perawat wanita, dan 5 mantri," ujar Bambang dalam keterangan tertulis, Jumat (17/9).

Modifikasi 2 :
Di Papua 9 Nakes Jadi Korban Serangan KKB Hingga Alami Trauma Psikis

Prajurit TNI telah melakukan evakuasi terhadap tenaga kesehatan (nakes) di Papua yang jadi korban serangan KKB. (Indrayadi TH/Indrayadi TH)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sembilan tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua yang alami serangan dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat ini sedang menjalani perawatan medis.
Donald Aronggear, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Papua mengungkapkan bahwa kesembilan petugas kesehatan tersebut sudah dievakuasi ke Jayapura. Selain mendapatkan perawatan medis, mereka juga mendapatkan penanganan psikis.

"Semuanya saat ini sedang dalam penanganan medis dan psikis untuk trauma yang dialami," tutur Donald dalam keterangan resmi CNNIndonesia.com pada Minggu (19/9).

Adapun kesembilan nama petugas kesehatan itu adalah, Manuel Abi, Lukas Luji, Patra, Martinus Deni Satya, Marselinus Ola Attanila, Siti Khodijah, Katrianti Tandila, dan Christina.

Amnesty International Meminta Kematian Nakes Papua Segera Diusut
Donald mengatakan, Restu Pamanggi salah satu dari kesembilan tenaga kesehatan (nakes) mengalami patah tulang di bagian tangannya. Restu saat ini sudah menjalani operasi dan sedang menjalani proses pemulihan baik secara itu medis maupun mental.

"Sudah dioperasi dan sedang dalam proses pemulihan," ujar Donald.

Sementara, terkait jenazah Suster Gabriela Meilani yang tewas akibat mengalami serangan itu kini sudah berhasil dievakuasi dari jurang. Jenazahnya sekarang berada di tempat perlindungan terdekat Kiwirok, Papua sembari menunggu proses evakuasi.

"Proses evakuasi jenazah oleh helikopter TNI terkendala oleh cuaca yang kurang baik serta penembakan," ujarnya.

Donald mengungkapkan bahwa saat ini seluruh layanan kesehatan di Oksibil, Kiwirok, dan Pegunungan Bintang telah dihentikan sembari menunggu jaminan keamanan dari pemerintah untuk para tenaga kesehatan.

Donald mengatakan bahwa pihaknya kini telah mengeluarkan surat kepada Gubernur Papua untuk meminta jaminan keamanan dari pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat. Namun, hingga saat ini mereka masih belum mendapatkan tanggapan dari Gubernur Papua.

Ia berharap pemerintah provinsi dan pusat akan segera menjawab surat tersebut sehingga pelayanan kesehatan bisa segera beroperasi kembali.

"Supaya aktivitas melayani masyarakat terutama di wilayah pedalaman bisa segera dilanjutkan, dan masyarakat yang membutuhkan penanganan kesehatan segera bisa ditangani," tutur Donald.

KSP Sebut Pelanggaran Serius pada UU HAM, akibat 
KKB Serang Nakes.
Pada awalnya, tenaga medis di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua diserang oleh KKB pada Senin (13/9) kemarin. Sebanyak dua nakes dikabarkan menghilang. Setelah dilakukan pencarian oleh aparat, dua nakes yang hilang akhirnya ditemukan di dalam jurang.

Salah satu nakes, Gabriella Meilan ditemukan meninggal dunia. Sementara, yang satu atas nama  Kristina Sampe, ditemukan masih dalam keadaan bernyawa.

Beberapa waktu kemudian, Komando Operasi Gabungan (Koopsgab) TNI Papua melakukan evakuasi terhadap kesembilan tenaga kesehatan dan satu prajurit TNI yang terluka dari wilayah tersebut.

"Pada sore pertama ini, kita berhasil mengevakuasi 10 orang, terdiri dari 1 prajurit TNI yang mengalami luka tembak dan 9 tenaga kesehatan, yaitu 1 dokter, 3 perawat wanita, dan 5 mantri," kata Bambang dalam keterangan tertulis, pada Jumat (17/9).

Modifikasi 3 :
9 Tenaga Kesehatan di Papua Mengalami Trauma Psikis Akibat Menjadi Korban Serangan KKB

Prajurit TNI telah mengevakuasi tenaga kesehatan (nakes) di Papua yang menjadi korban serangan KKB. (Indrayadi TH/Indrayadi TH)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sembilan tenaga kesehatan (nakes) yang ditugaskan di distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua diserang oleh sekelompok kriminal bersenjata (KKB) yang kini sementara menjalani perawatan medis.
Kesembilan petugas kesehatan tersebut telah dievakuasi ke Jayapura. Selain mendapat perawatan medis, mereka juga mendapatkan penanganan psikis. Ujar Donald Aronggear yang menjabat sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Papua.

"Semuanya saat ini sedang dalam penanganan medis dan psikis untuk trauma yang dialami," ujar Donald dalam keterangan resmi yang CNNIndonesia.com terima, pada Minggu (19/9).

Kesembilan tenaga kesehatan itu antara lain atas nama, Manuel Abi, Lukas Luji, Patra, Martinus Deni Satya, Marselinus Ola Attanila, Siti Khodijah, Katrianti Tandila, dan Christina.

Akibat Kematian Nakes Papua Amnesty International
Minta Agar Kematiannya Diusut.
Donald mengatakan bahwa, salah satu dari sembilan tenaga kesehatan (nakes) yaitu Restu Pamanggi yang kondisinya kini sedang mengalami patah tulang di bagian tangannya. Restu saat ini tengah menjalani operasi dan sedang menjalani proses pemulihan baik secara medis maupun mental.

"Sudah dioperasi dan sedang dalam proses pemulihan," ujar Donald seorang Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Papua.

Sementara, jenazah Suster Gabriela Meilani yang tewas akibat terkena serangan itu kini sudah berhasil dievakuasi dari jurang. Jenazahnya kini sudah berada di tempat perlindungan terdekat di Kiwirok sambil menunggu evakuasi.

"Proses evakuasi jenazah oleh helikopter TNI terkendala oleh cuaca yang kurang baik serta penembakan," katanya.

Donald mengatakan jika saat ini seluruh layanan kesehatan di Oksibil, Kiwirok, dan Pegunungan Bintang telah dihentikan sambil menunggu jaminan keamanan dari pemerintah untuk para nakes, tambahnya.

Donald mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan surat kepada Gubernur Papua untuk meminta jaminan keamanan dari pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat. Namun, hingga saat ini pihaknya juga belum mendapatkan tanggapan dari Gubernur Papua.

Ia berharap pemerintah provinsi dan pusat segera menjawab surat tersebut sehingga pelayanan kesehatan dapat beroperasi kembali.

"Supaya aktivitas melayani masyarakat terutama di wilayah pedalaman bisa segera dilanjutkan, dan masyarakat yang membutuhkan penanganan kesehatan segera bisa ditangani," ujar Donald.

KSP Sebut itu Pelanggaran Serius pada UU HAM, Dengan Adanya Penyerangan KKB Terhadap Nakes.
Sebelumnya, tenaga medis yang berada Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua diserang oleh KKB pada Senin (13/9) yang lalu. Sebanyak dua nakes dikabarkan telah hilang. Setelah dilakukan pencarian, akhirnya aparat menemukan dua nakes tersebut yang ternyata ada di dalam jurang.

Salah satu nakes, yaitu Kristina Sampe ditemukan dalam keadaan masih bernyawa. Sementara, satu orang lagi, Gabriella Meilan nasibnya naas ia ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.

Beberapa waktu kemudian, Komando Operasi Gabungan (Koopsgab) TNI Papua melakukan proses evakuasi terhadap kesembilan nakes dan satu prajurit TNI yang mengalami luka-luka dari wilayah tersebut.

"Pada sore pertama ini, kita berhasil mengevakuasi 10 orang, terdiri dari 1 prajurit TNI yang mengalami luka tembak dan 9 tenaga kesehatan, yaitu 1 dokter, 3 perawat wanita, dan 5 mantri," tutur Bambang dalam keterangan tertulis, pada Jumat (17/9).

Okee gaiss!! Cukup sekian isi blog ke-2 ku ini semoga bermanfaat and see u on next blog!!

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Komentar