Bodohnya Diriku (10 Hari Menulis Part 8)
Bodohnya Diriku
Aku hanyalah sebutir debu,
Yang mengharapkan cinta dan kasih darimu.
Bodohnya diriku..
Yang selalu menunggu penantian tak pasti darimu.
Aku yang pernah datang kepadamu sebagai relawan untuk mengobati sayap-sayapmu yang patah.
Aku yang pernah mati-matian menghiburmu hanya untuk mengembalikan senyummu yang sumringah.
Setelah semuanya membaik,
Kau tinggalkan aku tanpa perasaan.
Tak mengapa, ini salahku.
Telah jatuh cinta dengan dirimu.
Aku tidak marah, aku tidak menyesal.
Aku hanya bertanya pada semesta.
Jika akhirnya seperti ini,
Mengapa bisa semesta mempertemukan kita?
Komentar
Posting Komentar